Jumat, 22 April 2016

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR "MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB"


MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
"MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB"





Nama:  Al Fajrian
NPM:   10115440
Kelas:     1 KA 29 


UNIVERSITAS GUNADARMA
SISTEM INFORMASI
2016


KATA PENGANTAR

Puja dan puji Syukur saya panjatkan kepada ALLAH SWT, karena masih melimpahan Rahmat serta Karunia-nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini dengan baik dan benar, serta tepat pada waktunya. Dalam makalah ini saya akan membahas  “Manusia dan Tanggung Jawab
Makalah ini dibuat berasal dari beberapa sumber dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan masalah, kendala dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih yang kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini baik secara langsung maupun tak langsung.
  Saya sadar bahwa masih banyak kekurangan yang terdapat pada makalah ini. Oleh karena itu saya mengajak pembaca untuk memberikan saran dan kritik yang dapat membangun. Kritikan dari pembaca sangat saya harapkan untuk penyempurnaan pembuatan makalah-makalah yang akan saya buat selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Bekasi, 02 April 2016







DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
 Bab I PENDAHULUAN
    A.    Latar Belakang
    B. Tujuan
 Bab II PEMBAHASAN
               1.      Pengertian Tanggung Jawab
               2.   Penerapan Tanggung Jawab Pra-Remaja
               3.   Peranan Tanggung Jawab OrangTua Pada Anak

 Bab III KESIMPULAN

 Daftar Pustaka





BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
        Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang diciptakan tuhan saling berpasang-pasangan, memiliki rasa cinta dan kasih sayang serta membutuhkan bantuan atau pertolongan kepada manusia yang lainnya. Pastinya setiap tindak tanduk yang dilakukan manusia pun tidak bisa terlepas dari yang namanya tanggungjawab. Baik hal-hal yang dilakukan tersebut adalah tindakan yang positive maupun negative. Semuanya harus bisa di pertanggungjawabkan. Tanggungjawab bukan hanya dipikul manusia pada saat masih hidup dan berada didunia saja, bahkan pada saat manusia sudah meninggal dan berada diakhirat nantipun akan dimintai pertanggungjawabannya pada saat masih hidup didunia. Kembali lagi kepada rasa tanggungjawab manusia, rasa tanggungjawab juga berikatan erat pada kewajiban. Manusia selain dituntut bertanggungjawab atas seluruh perbuatannya yang dilakukan, kewajiban juga patut dilaksanakan oleh manusia. Agar sistemasi dan siklus dalam kehidupan pada manusia tersebut tidak kacau dan juga tidak mengganggu diri manusia tersebut serta lingkungan sekitar dan orang lain.
B. Tujuan
        Tujuan dari penyususan makalah ini adalah sebagai bahan materi mata kuliah Ilmu Budaya Dasar. Dan semoga pembaca dapat mendapat informasi serta dapat menjunjung tinggi rasa tanggungjawab yang telah disematkan manusia khususnya selama masih hidup.









BAB II
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN TANGGUNG JAWAB
Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung Jawab adalah suatu pengertian dasar untuk memahami manusia sebagai makhluk susila, dan tinggi rendahnya akhlak yang dimilikinya.Terkait rasa tanggung jawab, sebaiknya manusia melandasi anggapannya dengan mengakui kenyataan bahwa mansuia dalam hubungan yang sempit dan luas memerlukan satu sama lain untuk mewujudkan nilai-nilai kehidupan yang dirasanya baik dan menunjang eksistensi dirinya. Rasa tanggung jawab kemudian berkembang bukan hanya pada tataran personal, namun selalu dikaitkan dengan hubungan dengan orang lain, sehingga dapat dibuat dalam sistem hukum, bahkan hukum pidana. Seseorang yang terhubung dengan pihak-pihak lain tidak bisa lepas dari rasa tanggung jawab yang melekat pada dirinnya.

2. PENERAPAN TANGGUNG JAWAB  PRA-REMAJA
          Semakin besar anak Anda, semakin besar pula ekspektasi dan tanggung jawab mereka. Saat mereka mencapai umur pra-remaja, anak-anak mulai memberi jarak antara dirinya dengna orang tua, dan juga menunjukkan kurangnya rasa hormat. Dan pada waktu yang sama, orang tua memberikan lebih banyak tanggung jawab kepada anak, sebagai cara membantu mereka menjadi lebih dewasa.
  • Tunjukkan rasa hormat terhadap anak Anda, untuk mendapatkan rasa hormat mereka. Anggaplah serius semua perkataan mereka, tanpa merendahkan emosi dan menilai keputusan mereka.
  • Lakukan musyawarah untuk membuat solusi terhadap suatu masalah. Lakukan diskusi kooperatif terhadap mereka terhadap suatu masalah yang membutuhkan tanggung jawab atau rasa hormat, seperti mengapa mereka harus mengembangkan kebiasaan belajar yang baik, dan menyelesaikan PR jika mereka ingin memiliki nilai yang baik disekolah. Pastikan bahwa Anda membolehkan mereka untuk mengemukakan pendapat sendiri, karena pada umur ini, pra-remaja tidak lagi mau menerima saran orang dewasa-ke-anak-anak.
  • Jelaskan batasan. Jelaskan tentang tindakan apakah yang diterima, dan konfirmasi apakah anak pra-remaja Anda memahaminya. Anak pra-remaja yang kekurangan rasa hormat atau tanggung jawab seringkali berasal dari keluarga yang memberikan sedikit batasan kepada anak-anak mereka. Jika anak Anda gagal untuk bertanggung jawab, tekankan aturan keluarga yang Anda buat. Katakana sesuatu seperti, “Aturan keluarga kita adalah kita semua membersihkan kamar sendiri sebelum pergi bersama teman-teman. Membersihkan kamarmu adalah tanggung jawabmu sendiri; apakah kamu ingin melakukannya atau tidak, itu terserah kamu. Tetapi kamu tidak bisa pergi keluar bersama teman-temanmu sampai kamarmu bersih.”
  • Tunjukkan keterusterangan dalam menyinggung kesalahan. Jangan biarkan komentar kurang ajar ataupun tindakan tidak bertanggung jawab keluar dari diri Anda. salah satu motivator besar dari tindakan pra-remaja adalah menghindari rasa malu. Karena itu, mereka akan cenderung menyalahkan orang lain saat mereka gagal atau melakukan kesalahan. Beritahu mereka bahwa kebiasaan itu tidak bertanggung jawab serta kurang ajar, dengan menyinggung pelanggaran yang dia buat.
3. PERANAN TANGGUNG JAWAB ORANGTUA PADA ANAK
       Orang tua harus menanamkan tanggung jawab kepada anak untuk membentuk benteng pertahanan anak dalam menghadapi era digital dan arus informasi yang tak terbendung lagi.
       Saat ini anak-anak Indonesia tidak bisa dilepaskan dari gadget . Orang tua harus bias memantau anak dalam penggunaan gadget karena banyak fenomena saat ini anak tersesat dalam penggunaan gadget seperti mengakses situs porno. Ibu enggak bisa menyetop itu ketika anak sudah familier dengan gadget . Yang bisa dilakukan adalah mengawasinya.
       Beberapa sisi negatif penggunaan gadget untuk anak yaitu ilmu atau penjelasan yang diajarkan bisa beragam tanpa batas dan pertemanan yang terjadi bisa pada orang yang salah. Akibat itu, banyak anak muda yang menjadi korban penipuan, pelecehan, dan kekerasan.
       Media sosial juga bisa menjadi tempat bullying untuk anakanak sehingga akan menimbulkan ketidakpercayaan diri pada anak tersebut. Maka itu, perlu diajarkan kepada anak untuk melawan terhadap bullying . ”Melawan bukan berati dengan memukul,”
        Meski demikian, dalam gadget juga terdapat sisi positif di antaranya menjalin silaturahmi, membagi ilmu dan informasi, mengajar, dan belajar. Lula mengaku pernah mengajarkan matematika pada anaknya lewat gadget saat dirinya sedang berada di luar kota. Gadget juga berguna untuk memonitor anak. Orang tua bisa memantau keberadaan anak dengan kemajuan teknologi apalagi saat ini gadget dilengkapi dengan video call
      Orang tua bisa memastikan keberadaan anak itu, di mana tempatnya, aman atau tidak. Sisi negatif gadget dapat membentuk karakter anak menjadi negatif pula. Apa saja masuk pada otak anak akan membentuk karakter anak tersebut dan itu sangat berbahaya terhadap perkembangan si anak.
      Anak-anak yang terlalu banyak memainkan game , apalagi menonton film porno, otaknya tidak akan memiliki kemampuan untuk belajar karena syarafnya yang seharusnya masih potensial terputus. Jika kita biarkan, akan berbahaya. Ke depan anak pun berpikiran seperti itu. Anak pun berpotensi berbuat seperti itu.


BAB III
KESIMPULAN 
Manusia yang notabennya telah dililit oleh rasa tanggungjawab dan kewajiban sejak dari lahir harus melakukan salah dua hal tersebut dan menjunjungnya. Terlepas dari salah atau benar hal yang diperbuat, salah dua hal tersebut selalu mengikuti. Selain sudah menjadi suatu keharusan untuk melakukan rasa tanggungjawab dan kewajibannya, manusia yang sudah menjalani hal-hal tersebut bisa dikatakan pemberani. Berani mengambil resiko atas apa-apa yang sudah dilakukannya. Manusia yang telah melakukan rasa tanggungjawabnya dapat merasakan sesuatu hal kebahagian didalam hidupnya. Karena apapun yang dihadapinya manusia tersebut, ia telah sukses melaksanakan salah dua hal yang harus dipenuhi dirinya setelah melaksanakan aktivitas apapun.  Bahkan sebaliknya Manusia yang tidak bertanggungjawab akan terus-terusan merasakan sesuatu hal yang menggundahkan terus perasaanya. Karena menghindari dua hal yang harus dipenuhi dirinya setelah melaksanakan aktivitas apapun


DAFTAR PUSTAKA 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar